Tingkatkan Kompetensi Calon Pendidik, HMP PIAUD Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar TK dan RA

Sumenep, UA Media– Dalam upaya meningkatkan kompetensi calon pendidik anak usia dini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMP PIAUD) Universitas Annuqayah menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk TK dan RA, Kamis (1/10/2026), bertempat di Aula K. Basith, Universitas Annuqayah. 

Workshop ini menghadirkan Ali Wafa, M.Pd.I., Sekretaris Pokjawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, sebagai narasumber.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan wawasan dan panduan praktis mengenai penyusunan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA).

Materi yang disampaikan mencakup pentingnya perencanaan pembelajaran yang sistematis, penyusunan tujuan pembelajaran, pemilihan kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, serta pengembangan aktivitas belajar yang menarik, menyenangkan, dan bermakna.

Dalam pemaparannya, Ali Wafa menekankan pentingnya kemampuan calon pendidik dalam menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya memenuhi ketentuan kurikulum, tetapi juga memperhatikan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

“Penyusunan modul ajar perlu memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik anak, serta kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Dengan perencanaan yang baik, pembelajaran dapat berlangsung lebih terarah, menyenangkan, dan bermakna bagi anak,” katanya. 

Ketua Prodi PIAUD Universitas Annuqayah, Ainul Hasanah, M.Si, mengatakan kegiatan ini diikuti secara wajib oleh seluruh mahasiswi semester VII Program Studi PIAUD Universitas Annuqayah.

"Melalui workshop tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami sekaligus mempraktikkan penyusunan modul ajar sebagai bekal penting sebelum terjun langsung ke lembaga pendidikan anak usia dini," katanya. 

Ia menambahkan selain memperkuat pemahaman teoretis, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis dalam merancang pembelajaran yang kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan anak.

"Dengan bekal kompetensi yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pendidik profesional yang tidak hanya menguasai perencanaan pembelajaran, tetapi juga memahami kebutuhan tumbuh kembang anak secara menyeluruh," pungkasnya.