SUMENEP, UA Media- Sebanyak 20 siswa perwakilan MI-MA, para kepala sekolah setiap jenjang, serta para pengasuh hadir dalam Seminar Lingkungan bertema "Hijaukan Pesantren dengan Botol Bekas" yang digelar di Ruang Auditorium MIS Al-Ghazali, Senin (7/9/2026).
Kegiatan ini merupakan inisiatif KKN Posko 3 PP Al-Ghazali sebagai bentuk edukasi pengelolaan sampah kepada siswa dan seluruh civitas lembaga. Materi utama menyoroti permasalahan limbah plastik, prinsip reuse, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, hingga pemanfaatan botol plastik bekas menjadi media tanam.
Penyuluhan disampaikan secara interaktif oleh Ibu Mia Ayudis Sholeha, ST, JFT Pengendali Dampak Lingkungan Hidup Ahli Pratama dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, didampingi 2 rekannya. Diskusi berlangsung aktif dengan terdapat beberapa pertanyaan dari para peserta.
Koordinator PDD KKN Posko 3, Imraatun Illiyun, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi pengantar sebelum siswa terjun langsung ke praktik lapangan.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi pengelolaan sampah kepada siswa dan seluruh civitas lembaga mengenai permasalahan limbah plastik, prinsip penggunaan kembali, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam. Edukasi ini dilakukan sebagai pengantar sebelum siswa terlibat langsung dalam kegiatan praktik yang nantinya akan menjadi program unggulan kami di PP. Al-Ghazali yaitu Eco Break dan Eco Creativity," ujarnya.
Dalam materinya, Ibu Mia menekankan peran manusia sebagai khalifah yang tidak hanya beribadah, tetapi juga wajib menjaga alam. Ia mengaitkannya dengan isu nasional seperti kebakaran hutan dan erupsi.
"Kita sebagai khalifah tidak hanya harus beribadah tetapi juga mampu menjaga dan melestarikan lingkungan kita. Contohnya seperti isu kebakaran di Kalimantan dan erupsi. Itu merupakan bentuk yang tidak kita sadari bahwa kita juga berperan. Kenapa Kalimantan terbakar? Karena pemanasan global yang disebabkan oleh kita yang membuang sampah sembarangan, membakar sampah setiap saat. Akhirnya ozon menipis, matahari masuk tanpa filter. Begitu juga dengan erupsi," jelasnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari testimoni siswa. Salah satu peserta dari kelas X MA Al-Ghazali, Raihan Alfiansyah Mubarok, mengaku mendapat banyak ilmu baru.
"Mengenai penjelasan tadi pagi alhamdulillah saya jadi bisa lebih tahu kalau ternyata botol bekas itu banyak manfaatnya ketika kita mendaur ulang. Kita juga jadi tahu bedanya sampah organik dan anorganik. Penjelasannya sederhana tapi sangat bermakna dan banyak menambah ilmu baru. Mewakili kelas X MA Al-Ghazali saya berterima kasih untuk semua peserta KKN Posko 3 sudah mengundang kami. Ditunggu penjelasan atau ilmu-ilmu selanjutnya," katanya.
Menutup kegiatan, moderator Zymvoni Dianita dari Humas KKN Posko 3 menyimpulkan hasil seminar.
"Limbah plastik dapat dimanfaatkan menjadi pot atau media tanam yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi sampah sekaligus membuat lingkungan pesantren menjadi lebih bersih dan hijau. Kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk peduli terhadap lingkungan dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan barang bekas. Oleh karena itu, mari kita mulai dari hal sederhana, yaitu dari satu botol, satu tanaman, dan dari diri kita sendiri. Dari sampah menjadi berkah," pungkasnya.
Sumber